Jakarta (KABARIN) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan pemerintah membidik sekitar 27 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sudah bisa beroperasi mulai April 2026.
Dalam keterangan kepada media di Jakarta, Jumat, Ferry menjelaskan hingga Januari ini proses pembangunan sudah berjalan pada 27.191 unit Kopdes Merah Putih. Ia menyebut penyelesaian bangunan utama, gudang, dan fasilitas penunjang ditargetkan kelar pada Maret atau paling lambat April 2026.
Tak hanya soal gedung, Ferry mengatakan kesiapan sumber daya manusia juga ikut dikebut. Pengawas, pengurus koperasi, hingga sistem informasi manajemen disiapkan agar koperasi bisa langsung bergerak begitu fisik bangunan selesai.
“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujarnya.
Jumlah koperasi tersebut disebut sebagai tahap awal dari target besar pemerintah. Ferry menambahkan angka Kopdes Merah Putih akan terus bertambah hingga menyentuh 80 ribu unit sesuai arahan Presiden.
Ia menjelaskan 27 ribu koperasi yang saat ini dibangun bakal menjadi proyek percontohan sebelum pengembangan skala penuh dilakukan secara bertahap.
“Jadi nanti bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” kata Ferry.
Program pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Koperasi ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi di desa dan kelurahan, memperkuat kemandirian warga, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Untuk pendanaannya, pemerintah mengandalkan kombinasi APBN, APBD, Dana Desa, serta dukungan dari BUMN. Salah satu yang terlibat adalah PT Agrinas Pangan Nusantara Persero yang mendapat tugas membangun gerai, gudang, dan fasilitas logistik.
Setiap koperasi mendapat plafon dana Rp3 miliar. Sebanyak Rp2,5 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik dan sarana operasional, sementara Rp500 juta lainnya dipakai untuk kebutuhan operasional.
Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap, mulai dari kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang pendingin, hingga sarana logistik.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh koperasi yang sudah mengantongi legalitas bisa beroperasi penuh pada Maret 2026, sebelum akhirnya dijalankan secara masif sepanjang tahun.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026